Sunday, January 20, 2013

Manusia Dibuat Dari Debu Binatang ?



Manusia diciptakan dari tanah. Ya, itu benar. Tanah itu ada di mana? Di bumi. Bagaimana asal bumi? Hampir semuanya terbuat dari materi-materi yang terbentuk di pusat sebuah bintang. Apa pun yang tidak terbentuk di dalam sebuah bintang memiliki materi yang sama seperti bintang-bintangcontohnya planet-planet gas, seperti Jupiter dan Saturnus.

Mengutip dari Langitselatan, disebutkan ketika sebuah bintang lahir, jauh di dalam segumpal awan gas dan debu kosmis, materi yang tersisa membentuk sebuah cakram di sekelilingnya (seperti cincin-cincin Saturnus).

Butiran-butiran batu kecil di dalam cakram kemudian saling bertabrakan dan kadang-kadang menyatu, membentuk objek-objek yang semakin lama semakin besar. Seperti inilah planet-planet lahir.

Semakin banyak materi yang ditarik planet, semakin besar ukurannya. Namun, planet-planet makan dengan sangat berantakan. Saat planet-planet raksasa penghirup gas makan, mereka menarik gas dari cakram dalam aliran-aliran panjang. Nyaris mustahil melihat planet-planet terbentuk, karena gas dan debu di dalam cakram menyembunyikan mereka dari pandangan.

Tetapi, dengan menggunakan sebuah teleskop raksasa baru berkekuatan tinggi bernama ALMA, para astronom telah melihat bahwa aliran-aliran gas itu mengalir dari cakram pembentuk planet di sebuah bintang muda di dekat Tata Surya kita! Karena ada lebih dari satu aliran, mungkin sekelompok planet raksasa tengah terbentuk!

Fakta Menarik: Tahukah kamu, Tata Surya kita sendiri memiliki empat raksasa gas? Mereka semua berada di Bagian Luar Tata Surya, lebih jauh dari Mars. Mereka adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Jupiter adalah yang terbesar: 1.300 planet seukuran Bumi bisa muat di dalamnya! Baca selengkapnya »

Salah Kaprah Kopi Di Indonesia

Minum kopi di pagi hari rasanya sudah umum bagi banyak kalangan. Tapi kapan kopi masuk Indonesia, jenis apa saja, dan rahasia apa terkandung di balik secangkir kopi?Ada sebuah komunitas yang menamai diri mereka Komunitas Penggemar Kopi berupaya menyingkap segala aspek tentang kopi serinci mungkin. Misalnya, selama ini lazim diketahui bila kopi masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Belanda. Benarkah demikian?



Bila ditelusuri lebih jauh, sebenarnya kerajaan Aceh pada abad ke-14 pernah berhubungan dengan Turki yang juga dikenal sebagai bangsa penikmat kopi. Jadi, bisa saja kita telah menikmati kopi sebelum itu. Jika itu terbukti, maka akan menjadi sebuah kebanggaan, papar Uji Sapitu, salah satu penggagas Komunitas Penggemar Kopi.

Ada lagi hal yang perlu kita ketahui tentang kopi di Indonesia. Secara spesifik, kopi dibagi menjadi dua, yaitu kopi yang tumbuh di dataran tinggi yang disebut kopi arabika, dan kopi yang tumbuh di dataran rendah atau kopi robusta.

Dengan berbagai macam karakter tanah di Indonesia inilah, ada banyak varietas yang dikembangkan sehingga masyarakat mengenal beragam kopi dari seluruh penjuru daerah, mulai kopi bali, kopi papua, kopi toraja, sampai kopi luwak.

Yang menarik, dari hasil penelitian komunitas ini, ternyata petani kopi di negeri ini masih terbilang miskin. Harusnya dengan omzet mereka pertahun sudah bisa meningkatkan kesejahteraan para petani.

Apa sebabnya? Value yang diterima petani kopi, hanya menikmati 20% dari hasil produksi, sedangkan 80% lebih banyak dinikmati korporasi, sebut Uji.Wah, ternyata banyak yang harus diluruskan di negeri ini. Soal perkopian saja sudah banyak melenceng, ya... Baca selengkapnya »