Friday, January 25, 2013

Efek Mengerikan Pada Otak Jika Doyan Junkfood

Menurut hasil penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan, makanan yang mengandung tinggi gula dan lemak seperti junkfood dapat menyebabkan perubahan kimia otak. Kondisi ini bisa menyebabkan mudah cemas, depresi hingga kecanduan.

"Perubahan kimia otak oleh diet berhubungan dengan depresi. Perubahan pola makan kemudian menyebabkan gejala kecanduan makanan dan sensivitas lebih besar terhadap situasi stres, menyebabkan lingkaran setan makan yang buruk," jelas Dr. Stephanie Fulton, peneliti dari University of Montreal, seperti dilansir Huffingtonpost.



Fulton dan tim membandingkan dua kelompok hewan percobaan yang diberi makan diet rendah lemak (lemak terdiri 11 persen dari kalori dalam makanan), dan hewan yang diberi makan diet tinggi lemak selama 6 minggu (lemak terdiri dari 58 persen dari kalori dalam makanan).

Pada akhir penelitian, kelompok yang tinggi lemak mengalami peningkatan 11 persen ukuran pinggang. Peneliti kemudian menganalisis otak, serta emosi dan perilaku setelah makan.

Peneliti menemukan bahwa kelompok hewan yang diberi makanan tinggi lemak lebih mudah cemas, peningkatan molekul CREB, yang diketahui berperan dalam produksi dopamin.

"CREB lebih aktif pada otak tikus yang diberi makanan tinggi lemak, tikus ini juga memiliki tingkat kortisol lebih tinggi, yaitu hormon yang berhubungan dengan stres. Ini menjelaskan tentang siklus depresi dan perilaku negatif," jelas Dr. Fulton.

Penelitian Dr. Fulton dapat dilihat dalam International Journal of Obesity.

Baca selengkapnya »

Wow, Sekolah Ini Muridnya Berbicara Dengan 31 Bahasa



Bahasa-bahasa lain, termasuk Lingala dan Yoruba, bahasa lokal di beberapa bagian Afrika, Mirpuri dan Hindko, bahasa lokal Pakistan, juga dikuasai dengan sangat baik oleh beberapa siswa.









Keragaman bahasa ini menjadi tantangan yang dihadapi guru. Namun mereka bangga dengan ""kekayaan"" bahasa di sekolah mereka.




Tahun lalu, 91 persen murid mencapai tingkat patokan empat atau di atas rata-rata nilai siswa Inggris dalam bahasa Inggris dan 89 persen dalam matematika.




Sebagian besar siswa berasal dari latar belakang Pakistan dan bahasa pertama yang paling umum dipakai adalah bahasa Urdu dan Mirpuri. Untuk berurusan dengan berbagai bahasa yang dipakai, para guru semua dilatih untuk mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa tambahan.




Sekolah kadang-kadang menggunakan penerjemah, juga sebagai ""teman"" mereka. Siswa baru di sekolah ini dipasangkan dengan seorang siswa lain yang memiliki bahasa ibu yang sama dan dapat membantu mereka untuk mulai belajar bahasa Inggris.




Bahasa sehari-hari lain di sekolah ini adalah bahasa Afrika, Arab Irak, Arab Lingala, Arab Sudan, Arab Yaman, Bengali Bangla, Bengali Sylheti, Cek, Belanda, Inggris, Gaelic, Gujarati, Gurmukhi , Hindko, logat Jamaika, Kachi, Lingala, Mirpuri, Nepal, Pashto, Polandia, Portugis, Punjabi, Rumania, Somalia, Spanyol, Sudan, Swiss Prancis, Tamil, Urdu, dan bahasa Yoruba.




Angka yang diperoleh Mail Birmingham mengungkapkan bahwa ada lebih dari 120 bahasa yang dipakai di sekolah ini. Meskipun merupakan sekolah Katolik, mayoritas murid di sekolah ini berasal dari latar belakang Pakistan dan tak sedikit yang beragama lain.




"Banyak siswa yang mendaftar tak memiliki kemampuan bahasa Inggris sedikit pun, dan hal pertama yang kita lakukan adalah memasangkan mereka dengan anak lain karena itu adalah cara terbaik untuk bahasa yang akan diperkenalkan kepada mereka," kata Evelyn Harper, sang kepala sekolah.




via: tempo.co Baca selengkapnya »