Sunday, February 17, 2013

5 Trik Menghindari Konsumsi Kalori Berlebih Saat Makan Di Restoran



Salah satu tantangan terberat saat menjalani diet untuk turunkan berat badan adalah menolak ajakan teman, keluarga atau partner bisnis makan di restoran. Untuk menarik pelanggannya, sebuah resto pasti berusaha membuat makanan selezat mungkin. Entah itu dengan menggunakan banyak bumbu, penyedap masakan, lemak atau garam.

Saat makan di resto, Anda biasanya tidak bisa menerka berapa banyak kalori dan lemak yang terkandung di dalam makanan. Belum lagi gula yang ada di minuman. Terlebih lagi, gambar-gambar menu dan aroma masakan kerap membuat lapar dan menggugah selera makan berlebihan. Jangan "menyerah" dengan keadaan. Anda tetap bisa menjaga pola makan tetap sehat saat harus bersantap di luar rumah. Ini dia tipsnya, seperti dikutip dari She Knows.

1. Karbohidrat Kompleks
Tetap pilih makanan sehat yang membantu diet Anda, seperti salad atau buah. Saat makan siang, Anda bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah, pasta dari tepung gandum atau mashed potato tanpa tambahan saus krim.

2. Jangan Memakan Terlalu Banyak Saus
Saus sebetulnya dapat menjadi "teman" yang paling pas untuk makanan Anda. Anda juga mungkin setuju bahwa jika tidak ada saus ketika makan, maka makanan akan terasa hambar. Namun, kebanyakan saus dapat menggagalkan diet Anda karena banyak mengandung garam, bumbu penyedap dan pengawet.

Pilihlah dressing seperti minyak zaitun, atau sour cream. Hindari mayonaise dan saus sambal, jika Anda sangat ingin menggunakannya, cukup satu sendok makan.

3. Batasi Porsi Makan
Banyaknya porsi makanan sangat memengaruhi asupan kalori. Biasanya, restoran menghidangkan porsi makan yang lebih besar dibandingkan kebutuhan asupan gizi Anda. Cobalah untuk mengukur dan mengatur sendiri porsi makanan Anda. Misalnya, untuk makanan yang kaya akan karbohidrat seperti nasi dan pasta, batasi porsinya hingga satu kepal tangan Anda. Untuk makanan yang kaya protein seperti salmon dan steak, batasi hingga satu ketebalan tangan Anda. Sedangkan untuk sayur-sayuran, semakin banyak porsinya akan semakin baik jika tidak mengandung minyak atau mentega.

4. Mencoba Masakan Oriental
Makanan Cina tidak selalu berupa daging-dagingan. Banyak tersedia variasi masakan oriental berupa sayuran yang dikukus atau berbagai jenis sup. Campurkan sayur- sayuran yang dikukus ke makanan utama Anda sehingga rasa dari makanan tersebut tetap lezat, sekaligus mengurangi asupan kalori yang masuk ke tubuh.

5. Hindari Makanan dengan Saus Krim atau Santan
Kebanyakan makanan Prancis dan Italia kaya akan kalori. Dalam masakan tersebut terdapat bahan-bahan seperti keju, saus, mentega, minyak dan santan yang dapat membuat berat badan Anda cepat naik. Begitu pula dengan masakan Indonesia, yang sering terlalu banyak santan. Untuk itu sebaiknya makanan tersebut dihindari. Untuk menghormati yang mengundang Anda makan, pesanlah sup atau sayuran saja.

Baca juga, 10 Tips Agar Diet Sukses Baca selengkapnya »

Asal Mula Lambang Hati Cinta Di Dunia

TopikTerupdate - Sejarah Asal Usul Lambang Hati Cinta di Dunia - Love, liedfde, amour, lieben. Deretan kata-kata tersebut selalu lekat dengagn definisi cinta. Kata cinta juga dikaitkan dengan sebuah perasaan manusia yang begitu mendalam kepada seseorang. Namun, apakah agan-agan tahu dari mana sih simbol love atau cinta itu tercipta?

Asal Mula Bentuk Hati Sebagai Lambang Cinta di Dunia



1. 3000 Tahun SM



Bentuk hati dipercaya ada pada 3000 tahun SM, berasal dari bentuk daun ivy yang sering digunakan masyarakat Yunani


dan Roma sebaai ornamen dalam keramik dan bejana. Sulur yang merambat dari tumbuhan ivy dianggap melambangkan gairah. Daun ivy juga ditaruh di batu nisan sebagi tanda cinta yang abadi meski kematian memisahkan.



2. 631 Tahun SM



Bangsa Yunani mengalami kekeringan dan ledakan populasi masyarakat sehingga pada 631 SM, mereka mencari sebuah kota baru. Mereka akhirnya mendirikan Kota Kierene yang terletak diujung utara Afrika. Di sana mereka menemukan biji silphium yang akhirnya digunakan untuk alat kontrasepsi. Bangsa Kinere pun membuat simbol bikin silphium menjadi sebuah koin dan berbentuk hati.



3. 384 Tahun SM



Filsuf era klasik juga berpendapat mengenai simbol hati dan maknanya (384-322 SM). Aristoteles yang termasuk dalam tiga filsuf paling berpengaruh di pemikiran Barat berpendaapat bahwa jantung adalah pusat pemikiran dan emosi. Bahkan, terkadang jantung lebih kuat daripada pengaruh otak sebagai sitem saraf. Dengan demikian, jantung dirasa tepat seabagai pusat jiwa dan emosi.



4. Tahun 1304 - 1306



Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pada 1304 - 1306, seorang pelukis bernama Giotto membuat sebuah karya Cappella degli Scrovegni. Lukisan tersebut bercerita mengenai seorang dermawan yang memegan sebuah hati (berbentuk jantung_ dan memberikannya ke surga. Lukisan Giottopun dianggap begitu sakral dan melambangkan cinta yang tulus terhadap Tuhan.



5. Tahun 1304 - 1306



Selanjutnya, antara 1489-1500, pelukis genius Leornado da Vinci menggambarkan ilustrasi awal bentuk jantung. Jikat diperhatikan, ilustrasi itu seperti kombinasi gambar hati pada permainan dan bentuk nyata jantung. Gambarmilik Da Vinci itu juga terlihat paling detail dan paling menyerupai bentuk jantung. Dan, seperti kepercayaan masyarakat Romawi, jantung adalah pusat dari jiwa dan emosi.




6. Tahun 2003



Simbol hati semakin populer untuk melambangkan cinta. Bahkan pada 2003 simbol tersebut digunakan dalam beberapa film terkenal seperti Love Actually. Film drama romantis yang disutradarai Richard Curtis itu sukses menembus jajaran box office. Hingga kini, simbol hati melekat pada Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. Baca selengkapnya »