Monday, April 15, 2013

Tutorial Cara Memasang Facebook Recommendation Bar di Blog Blogger

Facebook Recommendation Bar adalah salah satu widget terbaik yang saya rekomendasikan untuk semua blogger, jika ingin meningkatkan pageviews dan bounce rate blog Anda, karena dengan Facebook Recommendation Bar akan membuat pembaca untuk tinggal lebih lama di blog Anda dengan melibatkan mereka dengan user lainnya.
Facebook Recommendation Bar


Berikut ini cara untuk memasang Facebook Recommendation Bar di blog Blogger anda :

Create Facebook App ID

Langkah pertama membuat Facebook Application untuk mendapatkan App ID untuk widget Facebook Recommendation Bar
  • Buka Facebook Developer Page
  • Jika sudah pernah membuat Aplikasi Facebook sebelumnya tinggal klik Buat Aplikasi Baru
  • Setelah pop-up Create New App muncul, ketik Recommendation bar di kolom Nama Aplikasi lalu klik Lanjutkan
  • Masukkan Chaptcha lalu klik Submit
  • Sekarang klik Situs web dengan Masuk Log Facebook tab dan masukkan alamat blog anda disana, lalu klik Simpan Perubahan

  • Sekarang Facebook App ID sudah siap, copy App ID tersebut untuk digunakan di dalam blog anda

Memasang Widget Facebook Recommendation Bar di Blogger

  • Login ke Dashbord blog anda
  • Klik Template > Edit HTML
  • Cari kode (CTRL+F) <html lalu ganti dengan code dibawah ini
<html xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#'
  • Cari kode </body> lalu paste kode berikut sebelum / diatas kode </body>
<div id='fb-root'/>
<script>
//Facebook Recommendation bar tutorial by www.allabout-stuff.blogspot.com
//<![CDATA[
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=Your-App-ID";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
//]]>
</script>

  • Ganti Your-App-ID dengan Facebook App ID yang tadi telah di copy sebelumnya
  • Cari kode </head> lalu pate kode berikut sebelum / diatas kode </head>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<meta content='article' property='og:type'/>
<meta expr:content='data:blog.title' property='og:site_name'/>
<meta expr:content='data:blog.pageName' property='og:title'/>
<b:if cond='data:blog.postImageThumbnailUrl'>
<meta expr:content='data:blog.postImageThumbnailUrl' property='og:image'/>
</b:if>
<b:else/>
<meta expr:content='data:blog.title' property='og:title'/>
<meta content='website' property='og:type'/>
</b:if>

<meta expr:content='&quot;en_US&quot;' property='og:locale'/>
<meta expr:content='data:blog.canonicalUrl' property='og:url'/>

  • Lalu yang terakhir cari kode <data:post.body/> paste kode berikut setelah / dibawah kode <data:post.body/>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'><b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot;'><div style='z-index:999999; position:absolute;'>
<fb:recommendations-bar action='like' max_age='0' num_recommendations='3' read_time='10' side='right' site='http://www.realcombiz.com' trigger='40%'/></div>
</b:if></b:if>

  • num_recommendations: ini merupakan jumlah posting yang akan ditampilkan, Anda dapat menyesuaikan dengan mengedit 3
  • Side: widget akan mengapung ke kanan secara default, untuk memindahkan ke kiri, tinggal mengubah right menjadi left
  • Trigger: widget akan memperluas setelah pembaca menscroll ke bawah sampai 40% pada halaman blog Anda
  • Ganti http://allabout-stuff.blogspot.com dengan url blog Anda
  • Langkah terakhir Simpan template anda.

Sunday, April 14, 2013

Sam Parnia : Dokter Yang Dapat Menghidupkan Kembali Pasien Yang Mati




Sam Parnia : Dokter Yang Dapat Menghidupkan Kembali Pasien Yang Mati - Di antara berbagai spesialisasi yang ada di dunia kedokteran, mungkin spesialisasi ini yang paling menyelamatkan nyawa sekaligus paling horor, yaitu resurrection atau membangkitkan orang mati. Ada seorang dokter asal Inggris yang mengkhususkan diri dalam spesialisasi ini.



Sam Parnia MD adalah nama dokter tersebut. Resurrection atau kebangkitan yang dimaksud sebenarnya adalah menggunakan berbagai teknik resusitasi untuk berupaya keras menyelamatkan nyawa pasien yang dinyatakan meninggal. Kabarnya dokter ini bisa meresutitasi pasien yang sudah meninggal selama beberapa jam.



Parnia adalah kepala perawatan intensif di Stony Brook University Hospital, New York. Pasien yang mengalami serangan jantung di rumah sakit tempat Parnia bekerja memiliki 33% kesempatan untuk diselamatkan. Padahal rata-rata rumah sakit di AS hanya memiliki kemungkinan mentok pada 16% atau kurang.



Dengan metode yang menurutnya cukup sederhana, Parnia yakin bisa mengembalikan proses vital dan menyelamatkan 40.000 orang pasien di AS dan mungkin 10.000 orang di Inggris. Maka tidak mengherankan jika Parnia yang belajar di Inggris ini lalu pindah ke Amerika Serikat pada tahun 2005.



"Serangan jantung cukup mudah dikelola. Jika Anda dapat mengatur proses kematian dengan benar, maka Anda masuk, mengambil bekuan, menempatkan stent, jantung akan berfungsi. Hal yang sama bekerja untuk infeksi, pneumonia atau apa pun. Orang yang tidak merespon antibiotik selama beberapa waktu, kita bisa menjaganya beberapa saat sampai merespon," terang Parnia seperti dilansir The Guardian.



Keyakinan Parnia didukung oleh pengalamannya selama 20 tahun menangani unit perawatan intensif. Ia mendapat pelatihan di London ketika telah terjadi banyak kemajuan dalam teknik resusitasi. Misalnya pendinginan mayat untuk memperlambat kerusakan saraf dan pemeliharaan kadar oksigen ke otak.



Parnia menerangkan bahwa kebanyakan dokter akan melakukan CPR selama 20 menit lalu berhenti. Keputusan untuk menghentikan prosedur tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan dokter dan didasarkan naluri bahwa setelah mengalami kerusakan otak, dokter tak ingin melihat pasiennya hidup dengan kondisi lumpuh.



"Tetapi jika Anda memahami semua hal yang ada di dalam otak pada menit-menit tersebut, maka Anda dapat meminimalkan risiko. Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jika Anda menerapkan semua langkah resusitasi bersama-sama, Anda tidak hanya mendapat 2 kali lipat tingkat kelangsungan hidup, tetapi orang-orang tersebut tidak mengalami kerusakan otak," jelasnya.



Untuk meresusitasi dengan baik, Parnia mengakui bahwa penggunaan mesin jauh lebih baik daripada CPR yang dilakukan dokter. Langkah berikutnya adalah meningkatkan perawatan, yaitu dengan mendinginkan tubuh untuk menjaga sel-sel otak yang saat itu dalam proses apoptosis atau bunuh diri.



Pada saat yang sama, perlu menjaga tingkat oksigen dalam darah. Praktek seperti ini sudah menjadi standar ruang gawat darurat di Jepang. Menggunakan teknik yang disebut ECMO, darah pasien yang dinyatakan meninggal akan disedot keluar dari tubuh lalu dimasukkan melalui membran oxygenator dan dipompa lagi.



Metode ini dapat memberikan waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki masalah mendasar yang menyebabkan kematian pasien. Jika tingkat oksigen ke otak turun hingga di bawah 45% dari normal, jantung tidak akan bisa berdetak lagi. Maka Parnia berupaya agar hal tersebut tidak terjadi.



Dengan cara ini, Parnia dapat memperpanjang proses kematian. Pasien yang terlama pernah ia tangani, dalam artian paling lama setelah dinyatakan meninggal oleh dokter, adalah seorang seorang gadis Jepang yang dinyatakan mati selama lebih dari 3 jam. Gadis tersebut berhasil dibangkitkan setelah 6 jam dan bisa hidup normal, bahkan kabarnya kini sudah memiliki bayi.

Baca selengkapnya »