Tuesday, May 7, 2013

James Zaidan Saragih: Saya Ingin Masuk Timnas Indonesia






Harapan besar terpencar dalam sosok James Zaidan Saragih begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta tadi malam. Gelandang tengah asal New York Cosmos ini sudah siap memperebutkan tempat di timnas U-23 Indonesia.




Pelatnas dalam rangka persiapan SEA Games dan kualifikasi Olimpiade akan dimulai besok. James akan tergabung dengan 33 pemain lainnya untuk tahap seleksi pertama.




"Perjalanan yang melelahkan, tapi saya siap mengikuti seleksi tim nasional Indonesia," ujar James.




Kiprah James di luar negeri memang tidak diketahui banyak pihak. Tapi sederetan prestasi sudah diraih pemain yang lahir di New York pada 23 Maret 1991 ini.




"Saya masuk akademi New York Greek American Atlas sejak usia 8 tahun, dan menjadi kapten tim selama kurang lebih sepuluh tahun," katanya.




Selama di New York, James menghabiskan waktu dua tahun menekuni ODP (Olympic Development Program), sebuah program pengembangan remaja-remaja berbakat di Amerika Serikat dengan tujuan menyaring peserta Olimpiade dari semua cabang olahraga, termasuk sepakbola.




Hasilnya fantastis. James mengikuti berbagai turnamen domestik maupun internasional khusus remaja. Beberapa di antaranya adalah The Score Tournaments, Dallas Cup, Las Vegas Mayor"s Cup, Zadar International Tournament di Kroasia pada tahun 2005, dan setahun kemudian Thessaloniki"s International Tournament di Yunani.




Selain itu, James merupakan salah satu pencetak gol terbanyak di ODP, dan sukses membantu timnya juara Region 1. Di sekolahnya, Long Island City High School, James menjadi pemain kunci dan terpilih sebagai Pemain Terbaik 2008.




Anak pertama dari pasangan Nazaruddin Saragih dan Artita ini pernah mengikuti seleksi Persebaya U-21 pada bulan Maret tahun lalu. Kala itu, ketua umum Pengcab PSSI Surabaya, Saleh Ismail Mukadar, sudah menilai James sebagai pemain yang sensasional.




Sayangnya, James terkendala masalah administrasi, dan setelah dua bulan berlatih di Surabaya, dia terpaksa kembali ke New York karena belum memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Pasalnya, Superliga Indonesia U-21 tidak mengizinkan adanya pemain asing. Setidaknya dari pengalaman tersebut, James bisa memahami bahasa Indonesia, walaupun belum lancar dalam berbicara.




"Saya lahir di New York dan otomatis menjadi warga negara Amerika Serikat. Tapi saya ingin memegang paspor Indonesia supaya bisa masuk tim nasional. Saya rela pindah ke Indonesia dan meninggalkan New York," kata James.




Postur tubuh James - tinggi 180 cm dan berat badan 81 kg - terbilang sangat ideal dengan posisinya sebagai penyerang di lini tengah. Bahkan, dia bertekad bisa sejajar dengan Wesley Sneijder, bintang Inter Milan dan timnas Belanda.




"Favorit saya adalah Sneijder. Saya berharap bisa main seperti dia suatu saat nanti," timpalnya.




Aksi individunya patut dinantikan dalam seleksi U-23 yang akan dimulai besok. Mari tengok aksi calon bintang Indonesia berikutnya. Dengan sederet prestasi dan pengalaman bermain di atas, sinar Zaidan Saragih bisa jadi lebih hebat bersinar ketimbang Irfan Bachdim sekalipun.




Baca selengkapnya »

5 Cara Mengajarkan Anak Untuk Taat Dan Berbakti

Cara Mendidik Anak Supaya Patuh dan Berbakti Bukan dengan menghukum atau cara kekerasan. Anak yang patuh bukanlah dibentuk dengan cara kekerasan atau hukuman. Kepatuhan pada anak justru bisa dimunculkan dari kesadaran dalam diri anak tersebut. Orangtua sebaiknya mendidik kepatuhan anak dengan cara yang membuatnya menyadari bahwa kepatuhan adalah nilai positif.



Sayangnya hal itu tidaklah tidaklah mudah. Semua harus melewati proses yang membutuhkan kesabaran dan usaha ekstra, dan tentunya hal ini bukanlah hal yang tidak mungkin.

Berikut adalah cara untuk melatih dan membuat anak supaya menjadi lebih patuh:




1. Konsisten

Untuk melatih anak supaya lebih patuh Anda harus konsisten dalam menentukan peraturan. Bila hari ini Anda melarangnya bermain di jalanan, maka minggu depan peraturan ini harus tetap dijalankan, karena anak selalu mencari celah untuk bisa melanggar aturan yang dibuat orangtuanya.




2. Bersikap lembut

Anak umumnya tidak dapat merespon dengan baik bila kita menghadapi mereka dengan bentakan atau amarah. Tegas bukan berarti harus bersikap keras, Anda bisa lebih lembut. Coba untuk mengerti perasaan mereka dan tekankan bahwa mereka harus bisa mengikuti peraturan dan arahan Anda.




3. Beri contoh

Ini adalah cara yang paling efektif untuk membuat anak patuh. Beri contoh pada mereka apa yang harus mereka perbuat. Jangan sampai mereka justru melihat Anda melakukan hal yang Anda larang kepada mereka.




4. Puji mereka

Jangan ragu untuk memuji dan membesarkan hati mereka ketika mereka melakukan hal yang kita inginkan. Dengan begitu mereka akan merasa lebih dihargai atas usahanya.




5. Menjelaskan hal kepada mereka

Jelaskan kepada mereka maksud dan tujuan baik Anda menetapkan aturan pada mereka, sehingga mereka mengerti kenapa mereka harus mematuhi peraturan yang Anda buat. Baca selengkapnya »