Tuesday, April 16, 2013

Inilah 7 Nutrisi Yang Baik Untuk Membersihkan Usus Anda !

Usus adalah salah satu bagian dalam proses pencernaan yang berperan dalam penyerapan air, natrium, dan vitamin yang larut lemak. Untuk menjaga kesehatan dan kebersihannya tentu usus memerlukan perawatan, yaitu detoksifikasi.

Detoksifikasi atau pembersihan pada usus harus dilakukan untuk meningkatkan sistem pencernaan juga mencegah kanker usus besar. Berikut ini adalah nutrisi yang dapat digunakan untuk membantu proses detoksifikasi dikutip dari Boldsky, Senin (15/4/2013).

1. Lemon

Buah lemon sangat efektif dalam proses detoksifikasi. Dengan minum jus lemon setiap pagi akan sangat membantu pembersihan pada usus.

2. Bayam

Sayuran hijau seperti bayam juga dapat membantu pembersihan usus besar dan melindunginya dari penyakit.

3. Kecambah

Kecambah dapat dikonsumsi untuk pembersihan usus besar. Selain itu ia juga memberikan pembersihan pada hati.

4. Bawang putih

Walaupun memiliki bau yang tidak disukai banyak orang, bawang putih ternyata punya banyak kelebihan. Bawang putih dapat membantu pembersihan usus bahkan membuat jantung lebih sehat.

5. Ikan

Ikan kaya akan asam lemak, omega-3, dan minyak yang membantu agar racun-racun dalam tubuh ikut tidak mengendap pada usus besar. Jika kurang menyukai ikan, cobalah dengan buah alpukat. Karena buah ini juga kaya akan omega-3 dan minyak.

6. Biji dan Kacang-kacangan

Biji-bijian memiliki kalori yang rendah namun tinggi serat. Kacang hijau dan kacang merah pun dapat memberikan efek yang baik dalam proses ini.

7. Teh Hijau

Teh hijau selain baik untuk detoksifikasi usus juga baik untuk detoksifikasi hati.

Selain nutrisi di atas, jus buah dapat menjadi pilihan yang ringkas dan dikonsumsi di mana saja. Karena selain kaya serat, jus buah juga kaya akan enzim dan garam. Ini akan membuat proses detoksifikasi menjadi lancar.

Dengan melakukan proses detoksifikasi rutin maka Anda akan mendapatkan kulit yang lebih bersih. Selain itu Anda juga terhindar dari risiko penyakit seperti kembung, sembelit, hingga kanker usus. Baca selengkapnya »

No comments: